Whatsapp “Genit”, Kominfo Panggil Perwakilan Platform

0

Jakarta – Usai mendapat perhatian masyarakat mengenai perubahan kebijakan privasi pengguna aplikasi Whatsapp dan Facebook. Dimana sejumlah pengguna WhatsApp telah menerima notifikasi yang meminta persetujuan terkait ketentuan dan kebijakan baru WhatsApp yang akan diluncurkan pada 8 Februari 2021.

Pada notifikasi ini mengharuskan pengguna untuk setuju dan apabila tidak, maka pengguna tak dapat mengakses aplikasi chat ini.

Terkait mengenai permintaan persetujuan perubahan kebijakan privasi ini mendapat sorotan dari masyarakat yakni kekhawatiran dibagikannya data pengguna ke Facebook. Bahkan orang terkaya di dunia Elon Musk menyoroti hal tersebut, dan mengajak publik untuk pindah ke aplikasi lain.

Atas adanya keresahan mengenai perubahan kebijakan privasi ini, Kementrian Komunikasi dan Informatika memberikan perhatian serius atas tanggapan yang berkembang. Menteri Kominfo Johny G. Plate menekankan agar pengelola platform menerapkan prinsip perlindungan data pribadi.

Baca juga:  Pentingnya Keluarga Jadi Pesan dalam Perayaan HUT GKJ ke-90

Kominfo juga telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Whatsapp/Facebook Asia Pasific Region membahas mengenai perubahan kebijkan privasi ini.

Dilansir dari siaran pers website resmi Kominfo, adapun hasil tindak lanjut pertemuan sebagai berikut:

Pertama, Kementerian Kominfo mendorong WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region untuk menjawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia mengenai kekhawatiran yang tengah berkembang mengenai:
• tujuan dan dasar kepentingan pemrosesan data pribadi;
• mekanisme yang tersedia bagi pengguna untuk melaksanakan hak-haknya, termasuk hak untuk menarik persetujuan serta hak-hak lain, yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
• hal-hal lain yang menjadi perhatian publik.

Baca juga:  Per 1 Januari 2021,WNA sementara dilarang masuk ke Indonesia

“Disampaikan secara lengkap, transparan, jelas, mudah dipahami dan dapat diakses oleh publik terkait pembaruan kebijakan privasi Whatsapp, khususnya terkait kekhawatiran masyarakat tadi,” jelas Menteri Kominfo.

Kedua, Kementerian Kominfo mendorong WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan perundang-perundangan. Terutama yang mengatur tentang pelindungan data pribadi di Indonesia, antara lain:
• melaksanakan pemrosesan data pribadi sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku;
• menyediakan formulir persetujuan pemrosesan data pribadi dalam Bahasa Indonesia;
• melakukan pendaftaran sistem elektronik;
• menjamin pemenuhan hak-hak pemilik data pribadi; dan kewajiban beredasarkan ketentuan-ketentuan lain sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here